Menikmati jajanan berbahan cokelat di Festival Cokelat Malang

16 November 2016

Festival kuliner berbahan serba cokelat mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kota Malang dan sekitarnya. Acara bertajuk Chocolate Festival (Festival Cokelat) Ke-2 itu dipenuhi ribuan pengunjung pecinta cokelat.

Para pengunjung yang memenuhi Stadion Luar Gajayana Malang dimanjakan makanan serba cokelat. Tampak para pengunjung berebut mendapatkan cokelat gratis.

Para pengunjung cukup membayar Rp 10 Ribu dengan mendapatkan voucer es krim. Namun beberapa both menyajikan cokelat secara gratis.

"Ini beli Cocolat. Memang saya suka cokelat. Tapi siapa sih yang nggak cokelat? Justru aneh kalau nggak suka cokelat," kata Wulan saat berkunjung dengan sahabat prianya di Stadion Luar Gajayana Malang, Jumat (6/5).

Festival Cokelat dibuka mulai pukul 12.00 WIB sampai 22.00 WIB. Sebanyak 58 both berpartisipasi menyajikan aneka olahan berbahan cokelat. Peserta dari para produsen aneka makanan cokelat dari Malang, Surabaya, Jember dan Batu.

"Cokelat itu makanan universal, anak kecil sampai orang dewasa suka cokelat," kata Intan Pryllia, ketua pelaksana Festival Cokelat.

Festival Cokelat Malang 2016 Merdeka.com


Festival Cokelat digelar, kata Intan, untuk sekaligus mempromosikan cokelat produksi nasional. Karena selama ini banyak yang berpandangan kalau cokelat luar negeri lebih enak.

"Padahal cokelat buatan anak negeri juga tidak kalah. Negeri kita punya aneka produksi cokelat, bahkan punya kebun cokelat sendiri," katanya.

Dalam festival tersebut disajikan produk kreatif berbahan cokelat, seperti siomay isi cokelat, cokelat cabe, cokelat tempe, cokelat cola, aneka minuman serba cokelat dan lain-lain. Selain itu juga digelar lomba menghias puding, lomba model art, foto genik dan hiburan band. Sudut-sudut area festival juga dilengkapi both untuk berfoto selfie.

Muhammad Rizqo Pahlepi, Owner Fondre Cokelat, menyajikan produk cokelat berbahan kedelai Jepang (Edamame). Produknya memiliki aneka varian rasa yang dikemas berbagai rasa.

"Semua berbahan kedelai Jepang yang selama ini menjadi produk unggulan di Jember," katanya.

Rizqo mengaku sudah tiga tahun memproduksi cokelat berbahan kedelai Jepang. Ia mengaku kerap mengikuti festival dan pameran untuk memperkenalkan produksinya.

"Selama ini sudah pernah kirim ke Medan, Kalimantan dan kota-kota di Jawa," kata Rizqo yang mengaku mengetahui event Festival Cokelat lewat instagram.

 

Darmadi Sasongko

https://www.merdeka.com/peristiwa/menikmati-jajanan-berbahan-cokelat-di-festival-cokelat-malang.html